SELAMAT DATANG DI SEKOLAH YPK AIR KENANGA

WELCOME TO YPK AIR KENANGA SCHOOL

欢迎来到 YPK Air Kenanga 国际学校

Sekolah YPK Air Kenanga Gelar Bazar Kelorisasi untuk Promosikan Manfaat dan Budidaya Kelor

Sekolah YPK Air Kenanga Gelar Bazar Kelorisasi untuk Promosikan Manfaat dan Budidaya Kelor

Air Kenanga, 13 Juni 2026 – Sekolah YPK Air Kenanga Sungailiat bekerja sama dengan Politeknik Manufaktur (Polman) Negeri Bangka Belitung dan Puskesmas Kenanga menggelar Bazar Kelorisasi di Lapangan Basket YPK Air Kenanga, Sabtu (13/06/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan manfaat serta budidaya tanaman kelor kepada masyarakat. 

Bazar Kelorisasi menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan menarik, mulai dari lomba memasak berbahan dasar kelor yang diikuti oleh para orang tua siswa, bazar aneka makanan dan minuman olahan kelor, hingga pembagian bibit kelor secara gratis kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan manfaat tanaman kelor sekaligus mendorong masyarakat agar mulai membudidayakannya di lingkungan masing-masing.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Pengembangan Sekolah YPK Air Kenanga, Dr. Fransiska Lanni, M.S., dan dihadiri oleh Kepala Puskesmas Kenanga, dr. Rahmi Fitriaastuti, Wakil Direktur Kemahasiswaan dan Kerja Sama Polman Negeri Bangka Belitung, Eko Sulistyo, M.S., beserta jajaran dosen dan mahasiswa. Turut hadir pula pengurus yayasan, komite sekolah, orang tua siswa, guru, serta peserta didik dari jenjang TK, SD, SMP, dan SMA YPK Air Kenanga.

Dalam sambutannya, Dr. Fransiska Lanni menyampaikan bahwa Program Kelorisasi merupakan bentuk kolaborasi antara Sekolah YPK Air Kenanga, Puskesmas Kenanga, dan Polman Negeri Bangka Belitung dalam upaya mengedukasi masyarakat mengenai manfaat dan potensi tanaman kelor.

“Tanaman kelor atau Moringa merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan dan memiliki kandungan nutrisi yang sangat lengkap, seperti protein, mineral, vitamin, antioksidan, dan flavonoid. Kandungan tersebut bermanfaat untuk menjaga kesehatan, membantu mencegah berbagai penyakit, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun memiliki banyak manfaat, pemanfaatan daun kelor masih belum dikenal secara luas oleh masyarakat di Kabupaten Bangka maupun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Padahal, di beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur, kelor telah berkembang menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi bahkan telah menembus pasar ekspor.

“Melalui Program Kelorisasi ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal manfaat kelor dan terdorong untuk memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Lomba memasak berbahan dasar kelor diikuti oleh 11 kelompok orang tua siswa. Setiap kelompok ditantang untuk menyajikan menu makanan utama, camilan, dan minuman berbahan kelor. Berbagai kreasi hidangan yang disajikan menunjukkan bahwa kelor dapat diolah menjadi makanan yang sehat, lezat, dan menarik.

 

Selain lomba memasak, bazar juga menampilkan berbagai produk olahan kelor hasil kreasi guru dan siswa, seperti stik kelor, puding kelor, crepes kelor, teh kelor, pepes, pastel, pempek, dan berbagai produk lainnya. Antusiasme pengunjung terlihat dari tingginya minat terhadap produk-produk yang dipamerkan dan dijual selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bagian dari gerakan Kelorisasi, panitia juga menyediakan sekitar 2.000 bibit kelor. Ratusan bibit dibagikan secara gratis kepada orang tua siswa, masyarakat, dan tamu undangan yang hadir sebagai upaya mendorong budidaya kelor di lingkungan rumah tangga.

Kepala Puskesmas Kenanga, dr. Rahmi Fitriaastuti, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kelor memiliki potensi besar sebagai sumber pangan bergizi yang dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kelor memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Kami berharap edukasi mengenai kelor dapat terus diperluas hingga ke pustu dan posyandu. Menariknya, kelor juga dapat diolah menjadi berbagai makanan dan minuman modern yang disukai generasi muda,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Direktur Kemahasiswaan dan Kerja Sama Polman Negeri Bangka Belitung, Eko Sulistyo, M.S., mengapresiasi inovasi yang dilakukan Sekolah YPK Air Kenanga dalam mengangkat potensi kelor sebagai bahan pangan lokal yang bernilai tambah.

“Hampir semua produk berbahan kelor yang ditampilkan memiliki cita rasa yang sangat baik. Ini membuktikan bahwa kelor memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan daerah yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

Juara Lomba Memasak Berbahan Kelor

Juara I : Kelompok 11 (Orang Tua Kelas 2A)
Juara II : Kelompok 4 (Orang Tua Kelas 5A)
Juara III : Kelompok 8 (Orang Tua Kelas 7A)
Harapan I : Kelompok 5 (Orang Tua TK B)
Harapan II : Kelompok 7 (Orang Tua Kelas 8A)

Melalui kegiatan Bazar Kelorisasi ini, Sekolah YPK Air Kenanga berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan tanaman kelor sebagai sumber pangan bergizi, sekaligus mendorong lahirnya inovasi produk berbahan kelor yang bernilai kesehatan dan ekonomi bagi masyarakat.

 

Berita Lainnya